Kriteria Guru Ideal

Senin, 29 Juli 2013 ·

Guru merupakan tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk mencerdaskan anak bangsa. Tugas guru tidak hanya sebagai pengajar, melainkan juga sebagai pendidik yang mana guru diwajibkan menanamkan akhlak mulia kepada siswa nya, sehingga nantinya para siswa mempunyai karakter setelah mereka lulus dari sekolah tersebut. Seorang guru tentu mempunyai sikap tersendiri. Tidak semua guru mempunyai karakter yang sama. Adakalanya di suatu sekolah ada guru yang kiler, ada juga guru yang ramah dan senang bercanda, dan ada pula guru yang cuek yang tidak pernah mau mengenal muridnya, dan masih banyak lagi.

Tentu beragam sikap guru tersebut selalu menjadi pusat perhatian bagi siswa nya, dan mungkin bagi sesama guru, dan bisa juga bagi lingkungannya. Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah seperti apa guru yang ideal?. Tentu tidak mudah menjadi seorang guru yang ideal dan perfect, karena manusia pasti tidak luput dari salah dan lupa. Namun, jika ada guru yang mendekati ideal, itu yang sangat diharapkan. Berikut ini merupakan beberapa kriteria guru ideal versi TAQORRUB.com.
Bersahabat dengan Murid
Guru harus bisa bergaul dengan murid. Pasalnya, kedekatan guru dengan murid menjadi daya tarik tersendiri bagi minat siswa dalam belajar. Siswa tentu akan merasa senang ketika diajar oleh guru yang ramah, selalu menyapa, tidak sombong, suka bercanda, dan baik hati dengan muridnya dibandingkan dengan guru yang galak dan cuek. Bahkan guru yang bersahabat ini, kedatangannya akan selalu dinantikan oleh para muridnya.

Kompeten
Guru sebagai tenaga pendidik harus kompeten terhadap bidang kajiannya. Sehingga ketika ia mengajar tidak asal-asalan dalam menyampaikan materi pelajaran. Kemampuan terhadap bidang pelajaran hendaknya dibangun saat ia kuliah di perguruan tinggi. Selain itu, guru sangat tidak dianjurkan untuk mengajar mata pelajaran yang bukan menjadi bidangnya, karena bisa dipastikan apa yang ia sampaikan kurang optimal.

Profesional
Guru harus bersikap profesional terhadap segala hal. Paling-tidak guru bisa memposisikan diri dengan profesi yang ia emban. Tentu dalam menjalin hubungan dengan siswa dan menjalin hubungan dengan sesama guru harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Ramah
Guru harus bersikap ramah kepada siswa dan juga kepada sesama guru. Guru sangat tidak dianjurkan bersikap seenaknya sendiri baik ketika di lingkungan sekolah atau di lingkungan masyarakat. Karena ia selalu digugu lan ditiru.

Suka Bercanda
Adakalanya guru perlu mempunyai tingkat humor yang tinggi. Tujuannya adalah agar hubungan emosional baik kepada siswa atau kepada sesama guru lebih terjalin harmonis. Tentu saat proses pembelajaran di kelas, siswa akan merasa bosan ketika diajar oleh guru yang serius dan monoton. Oleh karena itu, perlu kiranya guru membuat suasana kelas menjadi cair dengan membuat suatu humor.

Tegas
Adakalanya guru harus bersikap tegas ketika menjumpai hal-hal yang menyimpang. Tujuannya adalah supaya ia bisa lebih dihargai eksistensinya. Namun, sikap tegas ini perlu diposisikan sesuai dengan tempatnya. Misalnya ketika menjumpai murid yang membolos, guru diharapkan bersikap tegas untuk memperingatkan dan memberinya sanksi. Dengan tujuan agar mereka jera dengan tidak mengulanginya lagi.

Pemaaf
Sangat tidak dianjurkan guru mempunyai sikap pendendam. Guru harus mempunyai sikap pemaaf atas segala kesalahan siswanya. Dengan begitu, maka ia akan lebih profesional dalam mengemban amanat sebagai guru tersebut.

Tidak Pandang Bulu
Guru hendaknya tidak pandang bulu kepada muridnya. Istilahnya adalah pilih kasih. Ketika menjumpai siswanya yang menyimpang, hendaknya guru memberikan sanksi yang tegas. Siapapun siswa itu, guru harus memberikan hukuman yang sama kepada seluruh siswa di sekolahan tersebut.

Demikian opini tentang beberapa kriteria guru ideal yang dapat saya sampaikan. Atas perhatiannya disampaikan ucapan terimakasih.

Related Post

11 komentar:

yoyo suharyo mengatakan...
18 Mei 2013 04.40  

nah ini nih, kita itu perlu guru yang bener bener ingin mengajar murid bukan sekedar menerima gaji yang besar..

Taqorrub Ubaidillah mengatakan...
18 Mei 2013 05.41  

Iya betul mas, selain mendapat gaji, tetapi juga harus tetap memegang teguh apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik :)

Yoyo Apriyanto mengatakan...
23 Mei 2013 14.58  

Artikel yang sangat bagus. Izin Copypaste di blog ilmu matematika (http://ilmu-matematika.blogspot.com/)pak.

Taqorrub Ubaidillah mengatakan...
23 Mei 2013 21.18  

Silahkan pak, dengan catatan:
1. Ditulis ulang dengan menggunakan narasi anda sendiri (menggunakan gaya bahasa anda sendiri), tidak boleh sama persis dengan artikel ini meskipun pada substansinya sama.

2. Mohon sertakan link aktif pada akhir postingan yang mengarah pada artikel sumbernya.

Atas perhatiannya dan kesanggupan melaksanakan persyaratan tersebut, saya sampaikan ucapan terimaksih.

Aida Ismail mengatakan...
1 Agustus 2013 16.50  

Guru seharusnya tegas dalam mendidik anak2 murid. Tidak perlu garang, cukup hanya tegas supaya anak2 murid menghormatinya.

Taqorrub Ubaidillah mengatakan...
1 Agustus 2013 17.07  

Sist. Aida, iya benar juga ya sist. Dengan sikap guru yang tegas, maka ia akan dihormati dan dihargai oleh murid-murid nya :)

Makasih ya sudah singgah di blog saya :)

Destur Purnama Jati mengatakan...
26 September 2013 17.35  

guru terbaik bagi manusia ya ROsulullaah shollallaahu 'alayhi wa sallam, maka kita patut meniru beliau

Taqorrub Ubaidillah mengatakan...
26 September 2013 22.16  

Konteks nya berbeda Pak. Kalau artikel diatas berbicara tentang agama, itu benar apa yang anda sampaikan. Tapi masalahnya kan artikel diatas berbicara dalam konteks ilmu pendidikan. Bukan konteks agama. Jadi, sebaiknya jangan dicampuradukkan :)

Arif Roziqin mengatakan...
22 Oktober 2013 06.30  

Artikelnya bagus Mas..., kalo ada guru yang sering ngomongin prestasi diri sendiri untuk meningkatkan wibawa dan kepercayaan dari siswanya.., gmna? apakah sah-sah saja seperti ini.

Arif Roziqin mengatakan...
22 Oktober 2013 06.31  
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Taqorrub Ubaidillah mengatakan...
25 Oktober 2013 16.51  

Nggak apa-apa, yang penting tujuannya untuk memberi motivasi kepada siswanya agar lebih semangat lagi belajarnya :)

Cari Artikel

Memuat...